Nur Yudhi

Pabrik Air Minum

Industri Pabrik Air Minum Dalam Kemasan di Indonesia

Pabrik air minum dalam kemasan

Industri Pabrik Air Minum dalam kemasan yang ada di Indonesia

Bicara tentang air minum, tentu saja ada banyak jenis dan manfaat dari air yang biasa kita jumpai sehari-hari. Biasanya banyak yang terlanjur latah dengan menyebut air minum dalam bentuk kemasan dengan sebutan AQUA, padahal aqua sendiri merupakan merek salah satu produk air minum dalam bentuk kemasan.

Tak heran jika kini masyarakat lebih mengenal air minum dalam bentuk kemasan dengan pangilan AQUA karena AQUA sangatlah populer di indonesia. Dimana index popular untuk merek ini mencapai 29,08%, kemudian VIT dengan index 23,76% dan Cleo dengan index 21,79% dan produk lainnya.

Di Indonesia sendiri, air minum yang biasa dijumpai di berbagai tempat jualan seperti warung kelontong, hingga supermarket. Memiliki jenis yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Seperti air mineral, air demineral, dan lain sebagainya.

Perbedaan Air minum dari jenisnya

  1. Air Minum Dalam bentuk Kemasan (AMDK) adalah air baku yang telah diproses, dikemas, dan aman diminum mencakup air mineral dan air demineral.
  2. Air Baku adalah air yang telah memenuhi persyaratan kualitas air bersih sesuai peraturan yang berlaku.
  3. Air Mineral adalah air minum dalam bentuk kemasan yang mengandung mineral dalam jumlah tertentu tanpa menambahkan mineral. Dalam air mineral terdapat kandungan natrium, kalsium, zinc, florida, magnesium, kalium, dan silica yang dibutuhkan oleh tubuh
  4. Air Demineral/Air Murni/Non Mineral adalah air minum berbentuk kemasan yang diperoleh melalui proses pemurnian seperti destilasi, deionisasi, reverse osmosis dan proses setara.

Nah, kiranya sudah bisa diketahui mengenai perbedaan masing-masing jenis air dengan berbagai manfaat berbeda bagi tubuh yang bisa anda sesuaikan dengan kebutuhan.

 

Di Indonesia sendiri, asal muasal terbentuknya industry pabrik air minum dalam kemasan yang kini berdiri di Indonesia awalnya karena produk AMDK ini merupakan barang eksklusif dan tidak sembarang orang bisa membelinya.

Dulu, produk yang isinya hanya air ini hanya diminum oleh orang-orang penting saja, biasanya hanya dikonsumsi oleh tamu dari luar negeri atau wisatawan asing yang mengunjungi Indonesia. Tamu yang datang dari luar negeri biasanya disuguhi air dalam kemasan karena mereka hanya mau minum air dalam kemasan, perut mereka tidak cocok dengan air minum hasil rebusan.

Hal inilah yang membuat industry pabrik air kemasan di Indonesia belum ada, sulit untuk menemukan produk AMDK, kalaupun ada sudah dipastikan bukan produk local, melainkan produk impor dan biasanya hanya terdapat di hotel-hotel berbintang, mengingat kebutuhannya hanya untuk tamu luar negeri saja pada waktu itu.

 

Munculnya industri pabrik air minum dalam kemasan di Indonesia

Asal usul serta sejarah muncul dan berkembangnya bisnis AMDK di Indonesia sangat terkait dengan salah satu merk AMDK ternama di Indonesia yaitu AQUA. Sebab produk ini merupakan produk AMDK pertama yang diproduksi di Indonesia.

Alasan hadirnya produk AQUA di Indonesia sendiri merupakan ide dari Tirto Utomo dengan alasan sulitnya mencari air minum untuk para tamu dari luar negeri yang mengunjunginya. Hal inilah, yang membuat beliau berinisiatif mendirikan perusahaan dan pabrik air minum dalam kemasan di Indonesia.

Beliau menyuruh adiknya untuk belajar mengenai teknologi pengolahan air minum kemasan di negara Thailand. Setelah itu, perusahaan AQUA didirikan di Indonesia pada tahun 1973 dengan nama “puritas”. Namun karena namanya kurang familiar, produk AMDK ini diubah menjadi “AQUA” setelah 2 tahun.

Saat pertama munculnya produk AMDK asli Indonesia ini, produk AQUA dijual dengan harga Rp 75 untuk ukuran 950 ml saja. Pada saat itu harga air kemasan ini terbilang sangat mahal karena dibandingkan dengan harga bensin yang dijual dengan harga Rp 46 per liter.

Harga air minum kemasan saat itu bahkan 2 kali lipat harga bensin. Dengan harga semahal itu, air minum kemasan tidak sembarang orang yang mau membelinya. Biasanya hanya dikonsumsi oleh kalangan atas saja.

Setelah berkembangnya perkotaan dan perindustian, yang mengakibatkan berkurangnya lahan hijau di berbagai daerah di Indonesia. Berakibat pada sulitnya memperoleh air bersih yang layak konsumsi. Hal ini juga yang mengakibatkan terciptanya peluang besar bagi industry dan pabrik-pabrik AMDK untuk berdiri.

Tak heran jika banyak perusahaan yang memanfaatkan peluang ini menjadi bisnis yang menguntungkan dengan mendirikan pabrik air minum dalam kemasan. Begitu besarnya peluang keuntungan yang bisa didapat dari bisnis yang satu ini, sehingga perusahaan raksasa dengan modal besar pun ikut turun tangan dalam bisnis pengelolaan air bersih layak konsumsi ini.

Mulai pada tahun 2000-an, banyak bermunculan perusahaan dan pabrik AMDK di berbagai daerah di Indonesia.

Air minum kemasan kini mulai mudah didapat, hampir setiap toko, minimarket, hingga supermarket menjual produk AMDK dengan berbagai merk dan ukuran seperti produk air minum kemasan yang kini sering dijumpai sehari-hari, antara lain: Botol 330ml, Botol 600ml, Botol 1500ml, Gelas 240ml, Galon 19L maupun ukuran kemasan lainnya yang dijual dengan harga murah dan bersaing satu dengan lainnya.

Kini harga air minum kemasan tidak semahal dulu lagi, harganya hanya setengah harga bensin. Dan saat ini juga masyarakat sudah beralih menggunakan produk AMDK dibanding dengan mengolah sendiri air untuk dikonsumsi sehari-hari.

Namun ada juga berbagai produk AMDK di dunia yang memiliki harga jual yang fantastis mencapai 1,5 milyar per botol, padahal jika kita ingat, isinya hanyalah air minum saja. Hal ini disebabkan oleh banyak factor, diantaranya karena sumber air dari produk tersebut berasal dari tempat yang sulit dijangkau, teknologi untuk mengolah air tersebut sangat rumit, atau karena kemasan yang digunakan untuk mengemas air minum tersebut menggunakan desain dan bahan baku yang mahal seperti emas, hingga Kristal Swarovski.

Seperti beberapa produk berikut yang memiliki harga jual fantastis yang ada di dunia

  1. Equil: produk asal Indonesia yang dijual dengan harga Rp 30 ribu per botol ukuran 380 ml.
  2. 10 Thousand BC: bersumber dari gletser berusia 10 ribu tahun. Rp 200 ribu per botol
  3. Berg: bersumber dari bongkahan es. Rp 290 ribu per botol
  4. Veen: bersumber dari 2 lokasi terpencil dan sulit dijangkau. Rp 250 ribu per botol
  5. H2O Frosted Collection: kemasan botol bertabur Kristal Swarovski. Rp 580 ribu per botol
  6. Ilulaiq: berasal dari bongkahan es yang termasuk warsan budaya UNECSO. Rp 750 ribu per botol
  7. Svalbardi: berasal dari bongkahan es dari 1000 km kutub utara. Rp 1,2 juta per botol
  8. Filico: kemasan botol bertabus Kristal Swarovski. Harga Rp 3,5 juta
  9. Kona Nigari: berasal dari air yang berada di 3000 kaki dibawah permukaan tanah Hawaii. Rp 6 Juta per botol
  10. Bling H2O’s The Ten Thousand: kemasan bertabur 10 ribu Kristal Swarovski. Rp 40 juta per botol
  11. Acqua di Cristallo Tribute a Modigliani: air minum ditaburi dengan emas 23 karatsebanyak 5 miligram, kemasan botol terbuat dari emas 24 karat. Rp 897 Juta per botol
  12. Beverly Hills 9OH2O Luxy Collection Diamond Edition: kemasan ditaburi dengan emas putih 14 karat, berlian hitam sebanyak 250 dan 600 berlian putih G/VS dibagian tutup botol. Rp 1,5 milyar.

Nah itulah beberapa informasi mengenai Industri Pabrik Air Minum Dalam Kemasan di Indonesia dari awal mula sejarah berdirinya, hingga saat ini, dan beberapa informasi lainnya mengenai industry AMDK yang ada saat ini.